Kamis, 08 Desember 2011

TAFSIR HADITS TENTANG ORANGTUA MENGAJARKAN SHOLAT KETIKA ANAK TELAH MENGETAHUI KANAN DAN KIRI

TAFSIR HADITS
TENTANG ORANGTUA MENGAJARKAN SHOLAT KETIKA ANAK TELAH MENGETAHUI KANAN DAN KIRI



Disusun dan Diajukan Guna Memenuhi Tugas Terstruktur

Mata Kuliah : TAFSIR HADITS TARBAWI

Dosen Pengampu : Munawir,S.Th.I,M.S.I





Oleh :

Nama                 : Tamamul Wafa’

Jurusan/prodi     : Tarbiyah/3 PBA I




SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)

PURWOKERTO

2010


BAB I
PENDAHULUAN

Puji syukur kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan nikmat-Nya, sehingga kita dapat bersama-sama diberi kesempatan sehat dan sempat. Realitas yang ada banyak orang yang mengetahui tentang hadits namun belum dapat memahami hadits secara komprehensif.
Oleh karena itu maka penulis berusaha mempersembahkan sedikit analisisnya berkenaan hadits tentang orang tua mengajarkan sholat ketika anak telah mengetahui kanan dan kiri. Mari kita analisis secara lebih dalam dan teliti.
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hadits Tentang Mengajarkan Sholat Anak Ketika Anak telah Mengetahui Kanan dan Kiri
Hadits pada kitab shalat dengan nomor hadits 497 halaman 243 Sunan Abu Dawud juz 1
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوْدَاْلمَهْرِىُّ، حَدَّثَنَا اِبْنُ وَهْبٍ، حّدَّثَنَاهِشَامُ بْنُ سَعْدٍ، حَدَّثََنْى مُعَاذُبْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ خُبَيْبِ اْلجُهَنُّى قَالَ: دَخَلْنَا عَلَيْهِ، فَقَالَ لاِمَرأَتِهِ: مَتَى يُصَلِّى الصَّبِِىُّ؟ فَقَالَتْ: كَانَ رَجُلٌ مِنَّ يَذْ كُرُ عَنْ رَسُُوْ لِ اللهِ صلى الله عليه وسلم اَنَّهُ سُئِلَ عَنْ ذَلِكَ، فَقَالَ ((اِذَاعَرَفَ يَمِيْنَهُ مِنْ شِمَالِهِ فَمُرُوْهُ بِالصَّلاَةِ))
Artinya: Dari Hisyam bin sa’d dia berkata :’’pernah kami pergi rumah mu’adz bin Abdullah bin khubaib Al-juhni lalu dia berkata kepada istrinya:kapankah anak itu harus mengerjakan sholat?maka istrinya berkata:’’seorang diantara kami menyebutkan dari Rosululloh Saw bahwasannya beliau pernah ditanya tentang itu, maka beliau bersabda :’’ Apabila anak itu telah mengetahui kanan dan kirinya, maka suruhlah dia mengerjakan sholat. (HR.Abu Dawud).

B.     Teori Korespondensi
   Penulis tidak menemukan setting pada masa hadits itu, walaupun setting sosial. Jadi secara metode tidak bisa diteruskan kepada teori koherensi.

C.    Kontektualisasi
 Hadits tersebut mengandung pengertian bahwa ketika anak telah mengetahui kanan dan kiri, maka orang tua memerintahkan anak untuk sholat. Maksudnya ketika anak telah dapat membedakan antara baik dan buruk. Baik dianalogikan kanan, dan buruk dianalogikan kiri. Contoh ketika makan, maka menggunakan tangan kanan, namun ketika habis BAB/BAK(buang air besar/kecil) untuk membersihkan 2 jalan, yaitu depan belakang menggunakan tangan kiri. Ini membuktikan bahwa kanan adalah simbol kebaikan dan kiri sebaliknya (Suara Merdeka 16 November 2010). Kemudian ajarkanlah ia shalat.
Contoh: ketika anak mengetahui bahwa memukul itu tidak baik dan menyayangi itu baik maka ajarilah anak tentang etika pergaulan.






















BAB III
PENUTUP

Demikian makalah yang penulis paparkan tentang hadits orang tua mengajarkan anak sholat ketika telah mengetahui kanan dan kiri. penulis menyimpulkan bahwa ketika anak telah dapat membedakan antara kanan dan kiri, maka orang tua mengajarkan anak tersebut sholat. Ini membuktikan bahwa islam sangat komprehensif dalam mengatur segala hal, sehingga dalam hal mengajarkan anak sholat, jika anak telah mengetahui kanan dan kiri.
Saran dan kritik yang membangun penulis harapkan,demi kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Dawud Abu.1999.Sunan Abu Dawud 1.Mesir:Darul Hadits.
Arifin Bey,dkk,.1992.Tarjamah Sunan Abu Dawud 1.Semarang:CV.Assyifa Semarang
Suara Merdeka, Selasa 16 November 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar