Awal tahun 2009 lalu setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Padamara, gak punya rencana sama sekali buat kuliah, dan pandangan orangpun mungkin noncent semisal kuliah, tapi ngikut saran orang tua aja biar jadi anak baik, anak yang berbakti sama bapak dan mamah, itu panggilanku ke orangtua. Kebetulan ada budhe kus yang tinggal di Jakarta timur, di cipinang ngajak dan suport terus buat kuliah di UNJ malah... *waah sayangnya salah ambil jurusan. Ambilnya itu jurusan sastra Arab, udah sempet tuh ikut ujian dan kuliah di UNJ sebelum ditrima jadi Mahasiswa, soalnya temen mamah di tangerang itu anaknya ada yang kuliah di UNJ... jd diajak ikut kuliah :D tapi sayangnya setelah ikut ujian saya belum beruntung dan belum bisa lolos jadi mahasiswa di UNJ, tapi serunya lagi tuh.... ada temen yg cantiik banget dan ternayat dia juga sama2 gak lolos :(. namanya itu Ira biasa danggilnya, selama proses ujian berlgsung sering tuh janjian ama ira ketemuan bareng ujian bareng, tapi nama si fb tuh dixiera ayu, yang ternyata nama aslinya Siti Rahayu, dan sampe sekarangpun berteman saling kenal, padahal udah beda kampus dan beda daerah juga, bedanya dia udah menikah dan punya 2 anak sayangnya saya belum :) hihii... semogah segera menyusul aminnn... cerita ini gak beruntut karna emang lagi mood nulis blog aja baru nulis, hari ini mau nulis banyak yaah hehee
Minggu, 07 Juni 2015
Kamis, 21 Agustus 2014
SEMUA BERAWAL DARI KETIDAK SENGAJAAN (ISENG)
Di gedung inilah Keluarga Besarku :) "FAKTAPALA" di sinilah banyak pelajaran dan pengalaman yang ku dapat selain dari dunia kampus, meski tak banyak yang kuberi bahkan mungkin tak ada yang ku berikan untuk FAKTAPALA, kini meski sudah jauh ku tinggal, namun tetap FAKTAPALA merupakan keluargaku dimanapun ku berada karna kita itu SATU tak kan terpisahkan, selain ajal yang memisahkan kita....................................................Aku rindu kalian saudaraku, apa kalian bisa mendengar suaraku ini....meski baru beberapa bulan rasanya ku jauh, 1/5 tahun mungkin hehee rasanya baru kemarin ku masuk menjadi anggota bersama ANGKATAN XIV ku :) kini ku bisa bercerita banyak tentang kalian semua, tapi tidak akan habis ketika ku bercerita tentang perjuangan kita semua, bahkan sejarahnya pun d blog ini belum ku ceritakan, mungkin dari seniorku yang lain sudah banyak yang bercerita di blog mereka.
baru kali ini Agustus tepatnya tahun 2014 ku ingin menulis tentang perjalanan hidupku atau pun berbagi tips yang mungkin bisa di ambil hikmahnya oleh para pembaca, yang kadang membukanya, haha jarang si...
nanti ya kalau sempat monita cerita lagi tentang kehidupan yang sesungguhnya itu/......
liku-liku dan pengalaman hidup itu seruuuu setelah kita kembali mengenang rasanya tak habiz untuk menceritakanya...
MEMORY OF MY STUDY
Memory of 26 February
Riwayat Study ku, masuk di Sekolah Agama Islam Tinggi Negeri Purwokerto pada tahun 2009 sekitar bulan Agustus, waktu puasa itu Ospek, sampai akhirnya bulan Oktober 2013 Dinyatakan Lulus secara Teori, telah menyelesaikan Munaqosyah / Yudisium. Mulailah pada kehidupan nyata yang baru meski belum di WIsuda :D hehee selang sekitar 5 bulan baru mengikuti Wisuda tahun 2014 baru berbahagia yang lengkap..
sedikit cerita tentangku :)
Sabtu, 09 Februari 2013
PROBLEMATIKA SISWA MENULIS DAN MENERJEMAH BAHASA ARAB DI MIM 1 BABAKAN KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA
PROBLEMATIKA SISWA MENULIS DAN MENERJEMAH
BAHASA ARAB DI MI MUHAMMADIYAH 1 BABAKAN KECAMATAN KALIMANAH KABUPATEN PURBALINGGA
![]() |
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Kepada Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri Purwokerto
Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Penulis
Skripsi
Disusun
Oleh:
Nama : Charisma Nur Rohmi
NIM : 092332007
SMT : VII
PROGRAM
STUDI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
JURUSAN
TARBIYAH
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2012
METODE PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
DI MI ISTIQOMAH SAMBAS
![]() |
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan
Kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Purwokerto
Guna
Memenuhi Salah Satu Syarat Penulisan Skripsi
Disusun
Oleh:
Nama : Charisma Nur Rohmi
NIM : 092332007
SMT : VII
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
JURUSAN
TARBIYAH
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2012
PROBLEMATIKA
SISWA MENULIS DAN MENERJEMAH
BAHASA ARAB
DI MIM 1 BABAKAN
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa arab kini memiliki kedudukan yang sangat
istimewa, bukan hanya sebagai bahasa al-Qur’an dan bahasa umat Islam saja, bahasa
Arab saat ini sudah menjadi bahasa Internasional, keberadaannya kini sudah
tidak diragukan lagi. Dengan ungkapan lain, kita berbangga hati bisa
mempelajari bahasa Arab, namun pada dasarnya setiap bahasa itu komunikatif bagi
para penuturnya, ketika melihat dari sudut yang berbeda sebenarnya tidak ada
bahasa yang unggul atau pun paling unggul, karena semua bahasa memiliki
kesamarataan dalam statusnya. Adapun karakteristik dalam bahasa itu merupakan
kelebihan dari bahasa masing-masing itu, bahasa Arab memiliki karakteristik
yang sangat istimewa selain bahasa al-Qur’an dilihat dari struktur tatanannya bahasa
yang indah juga sangat berbeda dari bahasa lain, karena sekaligus menuntut
kejelian dalam memahaminya.
Tersebarnya bahasa Arab di dunia Internasional semakin
menampakkan ciri keinternasionalan bahasa Arab. Dalam hal ini Arsyad (2004:
14-15) sebagaimana dikutip oleh Acep Hermawan, menjelaskan bahwa:
“Ciri ini
terlihat sejak kebangkitan sastra Arab pasca lahirnya Islam yang mencangkup
beberapa bangsa yang berbeda-beda. Semuanya tercelup dalam satu kebudayaan yang
beridentitas Arab, termasuk Pakistan, Afganistan, Melayu, Indonesia,
Mauritania, Nigeria, Somalia, dan lain-lain. Ciri lainnya dapat ditelusuri dari
banyak lafal yang dipinjam dari bahasa Arab yang telah menjadi kosa kata bahasa
Internasional.”[1]
Kekuatan bahasa Arab sampai saat ini telah “bereksplorasi”
ke dalam berbagai ranah yang menjadikannya semakin diperhitungkan oleh
masyarakat dunia di samping eksistensinya sebagai media pesan-pesan Ilahi.
Mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa kitab suci kaum muslimin (al-Qur’an) di
dunia merupakan kebutuhan utama. Di samping itu mempelajari bahasa arab berarti
memperdalam agama Islam dari sumbernya yang asli.[2]
Pendidikan sangat erat hubungannya dengan kehidupan
sosial, sebab pendidikan merupakan salah satu aspek sosial. Pendidikan tidak
terbatas pada pendidikan formal saja, melainkan juga pendidikan nonformal,
sebab pendidikan meliputi segala usaha sendiri atau usaha pihak luar untuk
meningkatkan pengetahuan dan kecakapan, memperoleh ketrampilan dalam membentuk
sikap-sikap tertentu.[3]
Pada dasarnya pendidikan merupakan kebutuhan setiap masyarakat. Pemberian
informasi memang banyak macamnya ada yang secara formal dan non-formal, misal
di lembaga yang berada di bawah naungan Negeri, lain halnya dengan pendidikan
non-formal.
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakutan melalui
pengalaman (learning is define as the modification or strengthening of
behavior through experiencing). Belajar merupakan suatu proses atau
kegiatan, bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat tetapi
juga mengalami. Hasil dari belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan,
melainkan pengubahan kelakuan.[4]
Dalam proses belajar mengajar, yang lebih utama yaitu seseorang yang mengajar,
karena yang menentukan hasil dari siswa adalah seorang guru yang mengajar. Oleh
karena itu, peranan guru dalam proses pembelajar menjadi sangat penting.[5]
Pada dasarnya setiap orang pernah malakukan
aktivitas belajar, namun terkadang mereka tidak menyadarinya, mengenai belajar
adapun pendapat dari Witting (1981) mengatakan, “learning is relativity
permanent change in an organism’s behavioral repertoire that occure as a result
of experience”. Artinya bahwa belajar adalah perubahan yang relative
menetap yang terjadi dalam tingkah laku suatu organisme sebagai hasil
pengalaman.[6]
Guru yang arif dapat membaca cerminan visualisasi
kondisi mental anak-anak asuhan yang hendak diberi pelajaran bahasa asing itu
(Arab) dan membayangkan asosiasi fikiran mereka. Untuk lebih menarik para siswa
dan agar aktivitas pembelajaran menjadi lebih hidup, perlu adanya media,
pembelajaran juga mengutamakan praktek lisan dan latihan-latihan percakapan, di
samping latihan menulis, membaca buku-buku dan dilanjutkan dengan praktek
mengarang.[7] Dalam
pembelajaran sebagai pendukung memang dibutuhkan media, namun tetap saja yang
paling mempengaruhi adalah guru dalam mata pelajaran tersebut, khususnya bahasa
Arab. Karena selain tugas guru memintarkan juga memberikan materi sampai siswa
bisa faham, karena setiap proses pembelajaran sangat dibutuhkan kepekaan
seorang guru terhadap para siswanya, bukan hanya memberikan materi saja.
Dalam hal ini, guru diangggap anak panah yang selalu
siap menerjang atau momok, karena murid cenderung untuk tidak mau bertemu
karena menganggap bahasa asing sebagai kesulitan. Dan buku menjadi sasara
kejengkelan yang sering dihempaskan secara kasar di atas meja. Bila murid berbuat
salah ketika menggunakan bahasa asing (Arab) ia merasa perih. Akibatnya, bahasa
dianggap suatu bebean. Biasanya, seorang yang diberi bebean cenderung untuk mau
menerimanya sedikit mungkin bahkan kalau perlu dibuang (dilupakan) karena ia inngin
menghindari kesulitan.[8] Berangkat
dari problematika tersebut, memang hingga saat ini banyak siswa yang masih
takut dengan mata pelajaran yang asing, terutama bahasa Arab, padahal mereka
belum mempelajarinya. Ketika siswa sudah mendengar mata pelajarannya pasti sudah
enggan mengenal, apalagi untuk mendalaminya. Disinilah peran guru dibutuhkan,
dalam proses pembelajaran dibuat semenarik mungkin untuk menarik siswa bisa
menyukai terlebih dahulu, baru mereka bisa dan termotivasi untuk mau belajar.
Masalah atau persoalan biasanya akan muncul jika ada
kesenjangan antara das sollen dan das sein; ada perbedaan antara
apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan, antara apa yang
diperlukan dengan apa yang ada atau tersedia, antara harapan dan kenyataan; dan
sebagainya. Hanya saja sering kali kesenjangan mengenai teknologi dan
pengetahuan, informasi yang tersedia tidak cukup, dan teknologi yang tersedia
tidak memenuhi kebutuhan. Maka penelitian diharapkan dapat memecaahkan masalah
itu atau setidaknya-tidaknya dapat memperkecil kesenjangan itu.
Dalam mata pelajaran Bahasa Arab ini, masih ada
kesulitan yang dihadapi oleh siswa, dari arti atau penerjemahan bahasa Arab,
dan penulisan. Namun sejauh ini masih bisa berjalan pembelajaran bahasa Arab,
meski murid masih kesulitan karena guru selalu berusaha memberikan materi
dengan metode yang mudah seperti qiroah
dan diselingi yang lain.[9] Dalam
bahasa Arab, hingga saat ini menulis masih menjadi kesulitan siswa, terutama
dari latarbelakang yang masih di jilid Iqra, karena mereka belum belajar huruf
yang bersambung. Kesulitan dalam penerjemahan juga masih menjadi momok siswa.
Adanya kesulitan dalam belajar bahasa Arab ini berawal
dari siswa yang kurang minat, tidak menyukai, takut dengan mata pelajaran
bahasa Arab. Yang menjadi momok siswa itu penulisan aksara bahasa Arab, dan
menerjemahkaan bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Ketika pembelajaran sebenarnya
guru sudah memberikan penjelasan, dan kadang diselingi dengan nyanyian agar
bisa memahamkan siswa, namun tetap saja ketika diberi latihan soal masih belum
tahu arti dari mufrodat-nya. Mayoritas masih jilid Iqra, jadi masih
mengalami kesulitan ketika menulis.[10] Kemudian,
kaitannya problematika bahasa Arab ini dengan kesulitan siswa menulis dan
menerjemah bahasa Arab, sudah masalah classic yang menjadi momok di
sekolah-sekolah, atau madrasah-madrasah. Penulis ingin mengetahui
kesulit yang bagaimana dihadapi oleh siswa.
Dari studi pendahuluan yang dilakukan, peneliti
menemukan banyak problem yang dihadapi siswa diantaranya:
1.
Siswa mengalami kesulitan menulis
bahasa Arab
2.
Siswa masih kesulitan menerjemah
bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.
Dilihat dari problematika di atas, penulis lebih
tertarik untuk mengambil penelitian di kelas IV MI 1 Babakan, Kecamatan
Kalimanah Kabupaten Purbalingga. karena untuk mengetahui upaya mengurangi
kesenjangannya, kita harus mengetahui sebabnya terlebih dahulu dari yang paling
dasar. Dalam hal ini, perlu diingat kelayakan suatu masalah untuk diteliti
sangat bersifat relative, sebab tergantung pada konteksnya.
Akhirnya, dapat penulis tegaskan mengenai penelitian
ini, berbicara mengenai problematika pembelajaran bahasa Arab, yang akan
menjadi objek penelitian. Dari semua itu, penulis tertarik untuk menjadikan
Problematika siswa menulis dan menerjemah bahasa Arab sebagai objek penelitian
ini, penulis berharap dapat memecahkan masalah itu atau setidakya penulis dapat
memperkecil kesenjangannya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat
ditarik rumusan masalah yang hendak diteliti yaitu “Bagaimana kesulitan yang
dihadapi siswa dalam menulis dan menerjemah bahasa Arab di MIM 1 Babakan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga?”.
C. Kerangka Skripsi
HALAMAN JUDUL
HALAMAN NOTA PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.
Rumusan Masalah
B.
Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
C.
Tinjauan Pustaka
D.
Metode Penelitian
E.
Sistematika Penulisan
BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN
BAHASA ARAB
A.
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
1.
Pengertian Pembelajaran Bahasa Arab
2.
Tujuan Pembelajaran Bahasa Arab
3.
Metode Pembelajaran Bahasa Arab
4.
Problematika Belajar Bahasa Arab
B.
PROBLEMATIKA SISWA MENULIS DAN MENERJEMAH BAHASA ARAB
1.
Pengertian Problematika Menulis dan Menerjemah
2.
Tujuan Menulis dan Menerjemah
3.
Syarat-syarat Menulis dan Menerjemah
4.
Metode Menulis dan Menerjemah
5.
Problematika Siswa Menulis dan Menerjemah
BAB III GAMBARAN UMUM MIM 1
BABAKAN
A.
Letak Geografis
B.
Sejarah Singkat Berdirinya
C.
Visi dan Misi
D.
Struktur Organisasi
E.
Keadaan Guru dan Siswa
F.
Sarana dan Prasarana
BAB IV ANALISIS PROBLEMATIKA SISWA
MENULIS DAN MENERJEMAH BAHASA ARAB DI MIM 1 BABAKAN
A.
Penyajian dan Analisis Data
1.
Tujuan Belajar Bahasa Arab dan Kesulitan Menulis Bahasa Arab
2.
Kesulitan Siswa Menulis dan Menerjemah Bahasa Arab kelas IV MIM 1 Babakan
B.
Problematika Siswa Menulis dan Menerjemah Bahasa Arab
C.
Usaha Pemecahan Problematika Siswa Menulis dan Menerjemah Bahasa Arab
1. Upaya yang Dilakukan
Oleh Siswa
2. Upaya yang Dilakukan
Oleh Guru
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
B.
Saran-saran
C.
Kata Penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
D. Dosen Pembimbing
1. Munawir, S.Th.I. MSI
2. Drs, Atabik M.Ag.
3. H. Khoerul Amru Harahap,
MHI
DAFTAR PUSTAKA
Wa Muna, 2011.
Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Yogyakarta: Teras.
Hermawan,
Acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Hamalik,
Oemar. 2001. Proses Belajar mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Sardiman,
2003. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Arsyad, Azhar.
2002. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nana Syaodih
Sukmadinata. 2012. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya.
[1]
Acep Hermawan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Bandung: PT Remaja
Rosydakarya, 2011), hlm. 87-88.
[2] Ibid,
hlm. 80.
[3]
Nana Syaodih Sukmadinata. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. (Bandung:
PT Remaja Rosydakarya, 2012), hlm. 75.
[4]
Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar. (Bandung: Bumi Aksara, 2001).
Hlm. 27.
[5]
Sardiman. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2003). Hlm. 47.
[6] Acep
Hermawan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Bandung: PT Remaja
Rosydakarya, 2011). Hlm. 30.
[7] Wa
Muna. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Yogyakarta: Teras), hlm. 89
.
[8] Azhar
Arsyad. Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar), hlm 31-32.
[9] Sumber:
Wawancara dengan Bapak Kepala Sekolah. Pak Ardi. Diambil hari Senin. 31 Juli
2012.
[10] Sumber:
Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran. Ibu Eni Yuliati. Diambil hari Kamis. 11
oktober 2012.
filsafat pendidikan islam
FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Mata Kuliah : Filsafat Pendidikan Islam
Dosen pengampu : Drs. Machfudin
Charisma Nur Rohmi 092332007
Pendidikan Bahasa Arab
5-PBA-1
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO
2010
BAB V
PRINSIP-PRINSIP YANG MENJADI DASAR TEORI PENGETAHUAN DALAM PEMIKIRAN ISLAM
A. Prinsip pertama
Dalam prinsip yang pertama percaya pada pentingnya pengetahuan (makrifah) sebagai salah satu tujuan pokok. Manusia selalu berusaha untuk memajukan pendidikan, sebab manusia tidak bisa secara instan memiliki kemahiran tanpa ada dasar teorinya. Pemikiran modern bangga dengan kepercayaannya terhadap pentingnya pengetahuan dan ilmu, maka dari itu Islam dengan ajarannya yang kekal dan pemikiran pengikut-pengikutnya yang asli lebih dulu lagi menekankan pentingnya pengetahuan dan ilmu.
Islam adalah agama yang merangkul ilmu, mengenggap suci perjuangan orang-orang pandai, adan apa yang mereka temukan dalam fakta-fakta wujud dan rahasia alam jagad ini. Dalam firmn Allah swt :
“Allah mengengkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang mempunyai ilmu,” (Al-Mujahadalah : 11)
Kata ilmu dan akal ada dalam 900 tempat didalam al-Qur’an, semua ini cukup menjadi terhadap ilmu dan penghargaan terhadap-nya juga orang-orang yang memilikinya, karena ilmu merupakan salah satu dari sifat Allah swt, yaitu “Alim yang berarti maha mengetahui.
Ilmu modern adalah peluang bagi Islam untuk menonjolkan mukjizat-mukjizatnya dari segala seginya, seperti ilmiah, politik, social dan ekonomi. Adapun ilmu yang dituju oleh Al-qur’an adalah ilmu dengan pengertian secara menyeluruh yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan, tidak terbatasilmu syariat atau ilmu agama.
Pada dasarnya makrifah (pengetahuan) dalam rangka akidah dan hukum dan nilai yang digambarkan oleh islam bagi orang muslim, seorang muslim yang sadar akan mengetahui bahwa pandangan Islam terhadap ilmu berdiri atas dua dasar pokok yaitu Iman dan kepercayaan. Dunia sudah mengenal Islam atas dasar Ilmu pengetahuan, sebagaimana yang dikatakan oleh Gustaf Le Bon, bahwa ia adalah agama yang paling sesuai dengan penemuan-penemuan ilmu, bahkan g Le Bon menegaskan bahwa kaidah ilmiah modern terutama sangat berhutang sekali kepada orang-orang islam.
Jadi kita dapat mengetahui bahwa Islam menekankan pengetahuan dan ilmu yang mengengkat nilai dan harganya yang tidak dibuat oleh agama lain. Pengetahuan ini meliputi semua pengetahuan ilmu yaitu iman, syariat, kemanusiaan, fisik, dan praktis. Diantaranya disebutkan melalui hadist Nabi sebagai berikut :
Sabda Rasulullah SAW :
,,طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمِ وَمُسْلِمَةِ ،،
“Menuntut ilmu adalah fardhu atas setiap lelaki dan perempuan”.
B. Prinsip kedua
Dalam prinsip yang kedua ini pengetahuan manusia adalah maklumat, fikiran-fikiran, pengetahuan-pengetahuan, dan tafsiran-tafsirn yang diykini, hukum-hukum dan tanggapan. Semua ini adalah gambaran yang akan muncul jika kita menggunaka panca indera kita.
Dr. Yasin Khalil dalam pembicaraanya tentang pengetahuan alam luar berusaha membedakan antara dua macam pengetahuan, salah satunya adalah pengetahuan yang biasa (ordinary knowledge) dan yang kedua adalah pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). Yang dimaksud dengan pengatahuan biasa dalah sejumlah pengertian, fikiran-fikiran, gambaran dan persoalan-persoalan yang diciptakan manusia pada hidupnya sehari-hari tentang gejala yang bermacam-macam. Sedangkan yang dimaksud dengan pengetahuan ilmiah adalah sejumlah pengertian, prinsip-prinsip, persoalaln-persoalan, dan teori yang dicapai oleh ahli-ahli untuk menafsirkan dan menjelaskan peristiwa di alam ini.
C. Prinsip ketiga
Dalam prinsip yang ketiga ini manusia berbeda mutu dan nilainya sesuai dengan perkara, tujuan dan jalannya, keutamaan dan martabat yang paling tinggi yaitu mengetahui martabat Allah swt, menurut pandangan Islam tidak ada manfaat apabila ilmu tersebut tidak menunjukkan hakikatnya yang pertama di alam, yaitu pengetahupan terhadap Allah swt. Pada akhirnya tujuan segala pengetahuan dan ilmu pada akhirnya adalah mengetahui Allah dan mengakui wujud dan keesaan-Nya. Semakin tahu manusia terhadap tuhan-Nya semakin takut, taat, cinta, rela terhadap qadharnya dan sabar terhadap bencana yang menimpanya.
D. Prinsip keempat
Dalam prinsip keempat percaya bahwa pengetahuan manusia itu memiliki berbagai sumber. Yang paling menonjol adalah percobaan-percobaan ilmiah yang halus dan teratur. Tetapi meskipun banyak sumbernya dapat dikebalikan kepada lima sumber pokok yaitu : indera, akal, intuisi, ilham, dan wahyu ilahi. Adapun pengatahuan ghaib yang bersumber kepada wahyu yang tertinggi, sebagaimana Allah memilih Rasul-rasulNya yang terdahulu.
E. Prinsip kelima
Dalam prinsip kelima percaya bahwa pengetahuan terlepas dari akal yang mengamatinya dan tersimpan didalamnya, juga benda-benda memiliki fakta-fakta yang tetap dan mempunyai wujud yang bebas dari fikiran kita. Memperoleh pengetahuan merupakan salah satu fungsi akal. Akal kanak-kanak tidak serupa dengan kertas putih yang dapat kita tulis dengan segala yang kita inginkan tanpa memandang kepada tahap kecerdasan dan kematangan akalnya dari segi pengetahuan dan pengalaman.
F. Prinsip keenam
Prinsip yang terakhir ini adalah prinsip keenam, percaya bahwa pengetahuan sebenarnya ialah cukup dengan keyakinan dan pasti, merendah dri di depan keagungan Allah dan luasnya ilmuNya. Prinsip ini menyingkapkan pengetahuan tanpa ada keraguan sedikitpun, tidak mungkin ada salah satu yang bersifat waham, dan tidak sanggup manilainya. Tetapi bebas dari seua kesalahan, haruslah yakin bisa menunjukkan kesalahan orng dengan merubah batu menjdi emas, dan tongkat menjadi ular,
memory dalam psikologi pendidikan
Kamis, 20 September 2012
Linguistik
Pendahuluan
Pada awalnya bahasa itu digunakan bukan suatu ketrampilan yang luar biasa rumitnya. Pemakaian bahasa menjadi wajar, karena tanpa diajari oleh siapapun seorang bayi akan tumbuh bersama dengan pertumbuhan bahasanya. Awalnya muncul bahasa dari symbol lisan yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama.
Bahasa muncul ketika kita menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, pemakaian bahasa itu suatu wujud dari keinginan dalam diri kita sendiri, karena bahasa merupakan kebutuhan primer selain materi. Ketika berkomunikasi bahasa itu mencerminkan yang menuturkannya, di lingkungan yang berbeda-beda bahasanya berbeda pula sesuai dengan lingkungan yang dihuninya.
Pembahasan
A. Pengertian Linguistik
Sebelum membahas lebih jauh tentang Linguistik, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang ilmu bahasa ini, yang lazim disebut linguistik yang berasal dari bahasa latin lingua yang artinya ‘bahasa’ dan dalam bahasa Itali lingua, dalam bahasa Spanyol langue, dan langage dalam bahasa prancis. Belum diketahui apakah dalam bahasa Arab lughotun masih berkaitan dengan deretan kata-kata diatas.
Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Linguistik mendekati bahasa sebagai ‘bahasa’, sebagai satu sestem lambang bunyi yang bersifat arbiter, unik, produktif, dinamis, dan bervariasi (tentang cirri-ciri hakikat bahasa lebih jauh lihat Chaer 1994 atau Sarbani 1992).
Linguistik melihat bahasa sebagai bunyi, artinya bagi linguistik bahasa lisan adalah yang primer, sedangkan bahasa tulis hanya sekunder, maka yang paling diutamakan dalam bahasa kita selalu menggunakannya setiap waktu, agar terbiasa untuk mengucapkannya, tanpa disadari kita hafal tanpa menghafalkannya.
Bahasa adalah suatu system, maka linguistik mendekati bahasa bujan sebagai kumpulan unsur yang terlepas melainkan sebagai kumpulan unsure yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan sebagai sutu kesatuan yang utuh. Bahasa dapat berubah dari waktu kewaktu sesuai dengan perkembangan sosial budaya manyarakatnya, maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai suatu yang statis. Lalu karena itu pula linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronis dan secara diakronis.
Oleh karena itu bahasa merupakan merupakan fenomena yang selalu hadir dalam segala kegiatan manusia, digunakan oleh kelompok sosial yang berbeda untuk berbagai keperluan maka linguistik menjadi ilmu yang sangat luas. Linguistik menjadi ilmu yang dapat dikaji dari segi dan aspek.
B. Objek pembahasan linguistik
Semua kegiatan yang bersifat ilmiah mempunyai objek,Begitu juga dengan linguistik yang mengambil pembahasan mengenai bahasa.Dengan bahasa,manusia dapat berfikir dan mengkomunjkasikan pemikiran dengan baik.Salah satu perbedaan utama manusia adalah kemampuan berbahasa pada diri manusia. dengan bahasa manusia dapat berfikir dan mengkomunikasikan pikirannya.
Ada beberapa definisi bahasa atau lughoh dalam bahasa arab. Definisi bahasa dari kamus Wbster’s sebagai berikut:
Bahasa adalah alat sistematis untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan memakai tanda tanda, bunyi bunyi, gestur, atau tanda tanda yang disepakati yang mengandumg makna yang dapat dipahami (Webster’s Third New International Dictionary of the English Language. 1961:1270).
Al-lughoh aswat yu’abbiru biha kullu qawm ‘an aghradhihim
اَللُغَةٌ اَصْوَاتٌ يُعَبِّرُ بِهَا كُلُ قَوْمٍ عَنْ اَغْرَا ضِهِمْ
“Bahasa adalah bunyi yang digunakan oleh setiap bangsa atau masyarakat untuk mengemukakan ide (ibnujini dalam Hasanain, 1984:35)”.
Sebagai alat komunikasi manusia bahasa adalah suatu sistem yang bersifat sistematis dan sekaligus sistemis. Yang dimaksud dengan sistemis adalah bahwa bahasa itu bukan suatu sistem tunggal, melainkan terdiri dari beberapa subsistem, yaitu subsistem fonologi, subsistem morfolofogi, subsistem sintaksis, dan subsistem semantik.
Bahasa merupak objek kajian linguistik. Kata bahasa dalam bahasa Indonesia dari memiliki lebih dari satu makna atau pengertian, sehingga seringkali membingungkan.
1. Hakikat Bahasa
Definisi bahasa dari kridalaksana, yang sejalan dengan definisi mengenai bahasa dari berbagai pakar yang lain, jika diteliti akan didapatkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa, yaitu:
a. Bahasa itu adalah sebuah system.
b. Bahasa itu berwujud lambang,
c. Bahasa itu berupa bunyi, bahasa bersirat arbiter.
d. Bahasa itu bermakna.
e. Bahasa bersifat unik.
f. Bahasa itu bervariasi.
g. Bahasa itu bersifat dinamis.
h. Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi sosial dan,
i. Bahasa merupakan identitas yang berbicara.
Dalam buku lain, Abdul Chaer juga menjelaskan mengenai objek kajian linguistik secara garis besar, yaitu:
Pertama, kajian terhadap struktur internal bahasa yang mencangkup tata bunyi bahasa (fonologi), tata bentuk kata (morfologi), tata bentuk kalimat dan wacana. Karena setiap bunyi dan bentuk kata dalam setiap bahasa itu berbeda, misalnya saja vokal a-i-u-e-o itu sudah berbeda, apalagi jika sudah menjadi sebuah kata.
Kedua, kajian terhadap pemakaian bahasa, ini berkaitan dengan etnis yang berbeda-beda karena setiap lingkungan memiliki pemakaian bahasa yang berbeda dengan lingkungan lainnya.
Kesimpulan
Bahasa merupakan jendela dunia dan alat pembuka (kunci)dari suatu ilmu pengetahuan ,dikaitkan dengan jendela dunia karena berbagai ilmu pengetahuan dan 1001 peradaban .Bahasa merupakan realitas yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tumbuh kembangnya manusia.Bagi manusia bahasa merurakan alat komunikasi yang sangat penting.tampa baha manusia tidak dapat mencapai tujuan yang diinginkan .Sudah terlihat pada kegiatan sehari.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul. 2007. Kajian Bahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Asrori, Imam. 2004. Sintaksis Bahasa Arab. Malang: Misykat.
Chaer, Abdul. 1994. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Dardjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikolinguistik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)


